MENGENAL LEBIH JAUH MATAN AL ARBA’IN AN NAWAWIYAH

Sesungguhnya  Allah Azza wa Jalla telah mengutus  Nabi-Nya  Muhammad  shallallohu alaihi wa sallam dengan  Jawami’ Al Kalim ( جوامع الكلم ), sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam :

بُعِثْتُ بِجَوَامِعِ الْكَلِمِ))   متفق عليه))

“Aku diutus dengan Jawami’ Al Kalim “ [1]

Imam Az Zuhri rahimahullah mengatakan : “Yang dimaksud dengan Jawami’ Al Kalim adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengumpulkan bagi beliau shallallohu alaihi wa sallam urusan-urusan/ masalah-masalah yang banyak yang dahulu tertulis dalam kitab-kitab sebelumnya hanya dengan satu atau dua urusan/ masalah”. Ulama yang lain mengatakan : “Jawami’ Al Kalim adalah kalimat yang ringkas namun mengandung makna yang banyak, padat dan mendalam”.[2]

Jawami’ Al Kalim yang diberikan kepada Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam terdiri dari dua macam, yaitu :

  1. Yang tercantum dalam Al Qur’an

Contoh : Firman Allah Azza wa Jalla:

(إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ}  ( النحل : 90 }

Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (QS. An Nahl : 90)

Sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallohu anhu menganggap ayat ini yang paling lengkap kandungannya dan luas cakupannya dalam Al Quran.[3]

Kata Imam Hasan Al Bashri رحمه الله tentang ayat ini : “Ayat yang satu ini tidak meninggalkan kebaikan kecuali dia (ayat ini) memerintahkannya dan tidak ada satu larangan pun kecuali dia (ayat ini) telah melarangnya”.[4]

  1. Sabda-sabda Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam yang banyak tercantum dalam kitab-kitab hadits.

Dan jenis kedua inilah yang berusaha dikumpulkan oleh para ulama hadits dimana mereka berusaha memilih beberapa hadits beberapa hadits yang ringkas namun dianggap mampu mewakili sekian banyak hadits-hadits yang ada dan hadits-hadits yang dikumpulkan tersebut telah mencakup seluruh ajaran Ad Dien.Adapun ulama-ulama yang mengumpulkan hadits-hadits yang dianggap termasuk Jawami’ Al Kalim antara lain [5] :

  1. Al Hafizh Abu Bakar bin As Sunni رحمه الله (murid Imam An Nasaai رحمه الله ). Kitabnya berjudul : “Al Ijaaz wa Jawami’ Al Kalim min As Sunan Al Ma’tsuroh ”.
  2. Al Qadhi Abu Abdillah Al Qudho’iy رحمه الله , kitabnya berjudul : “As Syihab Fil Hikam wa Al Adaab”.
  3. Al Khoththobi رحمه الله , beliau menyebutkan beberapa contoh dari hadits-hadits tersebut dalam kitabnya “ Gharib Al Hadits
  4. Al Imam Al Hafizh Ibnu Ash Sholah رحمه الله , beliau mempunyai majlis dimana beliau membacakan di dalamnya hadits-hadits yang dikatakan bahwa seluruh ajaran Ad Dien berputar dan berkisar dari hadits-hadits tersebut.

Majlis tersebut terdiri dari 26 hadits yang beliau namakan “ Al Ahadits Al Kulliyah

  1. Al Imam An Nawawi رحمه الله , beliau mengambil hadits-hadits yang telah disebutkan oleh Ibnu Ash Sholah رحمه الله  kemudian beliau menambahkannya hingga berjumlah 42 buah hadits dan beliau namakan kitabnya dengan “Al Arba’in “.

Perlu diketahui bahwa Al Imam An Nawawy رحمه الله bukanlah orang pertama yang mengumpulkan/menyusun kitab Al Arba’in sebagaimana beliau terangkan dalam muqaddimah kitab beliau : “Dan para ulama yang telah menyusun kitab Al Arba’in tidak terkira jumlahnya. Dan orang yang pertama kali saya ketahui menyusunnya adalah Abdullah bin Mubarak رحمه الله kemudian diikuti oleh banyak ulama lain diantaranya Muhammad bin Aslam Ath Thusi –seorang ‘Alim Rabbani-, Hasan bin Sufyan An Nawawi, Abu Bakar Al Ajuri, Abu Bakar Muhammad bin Ibrahim Al Ashfahani, Ad Daruquthni, Hakim, Abu Nu’aim Al Ashfahani, Abu Abdirrahman As Sulami, Abu Said Al Maliki, Abu Usman As Shobuni, Muhammad bin Abdullah Al Anshori, Abu Bakar Al Baihaqi, dan banyak lagi dari kalangan ulama terdahulu maupun belakangan رحمهم الله  أجمعين .Kemudian diantara ulama itu ada yang mengumpulkan 40 hadits yang berkaitan dengan Ushuluddin (Pokok-pokok Ad Dien), Furu’ (Cabang-cabang) Ad Dien, Jihad, Zuhud, Adab dan ada pula dan ada pula tentang khutbah-khutbah. Dan kesemuanya berniat baik, mudah-mudahan Allah I meridhoi kesemuanya. Dan saya melihat pentingnya mengumpulkan hadits-hadits yang mencakup kesemua hal tersebut. Dan setiap hadits mengandung kaidah yang agung dari kaidah-kaidah Islam dan para ulama telah mensifatkan bahwa peredaran Islam berkisar pada hadits tersebut atau hadits tersebut adalah setengah dari Islam atau sepertiganya atau yang semacamnya ”. [6]

Kemudian beliau menutup muqaddimah Al Arba’in dengan perkataan : “Dan sepantasnya bagi setiap orang yang mengharapkan kesenangan akhirat untuk mengenal hadits-hadits ini karena kesemuanya mencakup hal-hal yang sangat penting dan penekanan terhadap seluruh ketaatan. Dan hal ini nampak bagi orang yang mentadabburnya ”.[7]

Kitab Al Arba’in yang ditulis oleh Imam Nawawy رحمه الله inilah yang akhirnya dikenal dan banyak dipelajari serta dihafalkan oleh para penuntut ilmu. Oleh karena itu banyak dari kalangan ulama kita baik yang terdahulu maupun yang belakangan menyusun kitab yang mensyarah (menjelaskan) makna-makna yang terkandung dalam hadits-hadits Al Arba’in An Nawawiyah, termasuk Imam Nawawi sendiri. Diantara mereka adalah :

  1. Al Imam Ibnu Daqiq Al ‘Ied  رحمه الله  ;  beliau adalah ulama hadits dan fiqh, guru dari Imam Adz Dzahabi رحمه الله , beliau wafat pada tahun 702 H.
  2. Al Imam Najmuddin Ath Thufi رحمه الله ;  salah seorang ulama ushul fiqh yang wafat tahun 710 H, kitab beliau berjudul “ At Ta’yiin Syarhu Ahaadits Arba’iin “.
  3. Al Imam Ibnu Rajab Al Hanbali رحمه الله  ;  beliau adalah seorang ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang bermadzhab fiqhi Hanbali, beliau termasuk murid terdekat Al Imam Ibnu Qayyim رحمه الله. Beliau wafat tahun 795 H. Kitab yang beliau tulis untuk mensyarah hadits-hadits Arba’in adalah :  “Jami’ul Ulum wal Hikam “. Di dalam kitab ini beliau menambah hadits Arba’in dan menggenapkannya menjadi 50 hadits kemudian menjelaskan makna ke 50 hadits tersebut. Kitab yang beliau tulis ini merupakan rujukan utama dan yang terbaik dalam mensyarah hadits-hadits Arba’in An Nawawiyah
  4. Al Hafizh Ibnul Mulaqqin رحمه الله  ;  beliau seorang ulama besar di bidang hadits yang merupakan guru dari Al Hafizh Ibnu Hajar رحمه الله  dan beliau wafat tahun 804 H.
  5. Al Hafizh Jalaluddin As Suyuthi رحمه الله  ;  beliau seorang ulama besar yang banyak menulis kitab dari berbagai disiplin ilmu. Beliau wafat tahun 911 H.
  6. Al Allamah Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin Ali bin Hajar Al Makki Al Hajar Al Haitami Asy Syafi’i ; Beliau wafat tahun 973 H dan nama syarah beliau :Fathul Mubin Lisyarhi Al Arba’in.

Adapun ulama kontemporer yang mensyarah Al Arbain juga sangat banyak, diantaranya :

  1. Al Allamah Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin رحمه الله  (wafat tahun 1421 H)

2. Fadhilah Asy Syaikh Ismail bin Muhammad Al Anshori رحمه الله ; beliau salah seorang ulama dari kota Riyadh KSA dan penulis yang cukup produktif. Syarah beliau termasuk ringkas, berjudul : “At Tuhfah Ar Robbaniyah Fii Syarhi Al Arbain Haditsan An Nawawiyah “ dalam buku ini beliau mensyarah kedelapan hadits yang ditambah Imam Ibnu Rajab

3. DR. Mushtofa Al Bugha dan Asy Syaikh Mahyuddin Mastu keduanya menulis :Al Wafii Fii Syarhi Al Arbain An Nawawiyah . Buku ini diantara buku syarah yang terlengkap yang ditulis di zaman ini dan sangat bagus namun kadang masih memuat hadits-hadits yang lemah disamping tidak menegaskan manhaj Ahlissunnah terutama dalam masalah Asma wa Shifat

4.  Asy Syaikh Nazhim Muhammad Sulthan yang berjudul Qawaid wa Fawaid Minal Arbain Annawawiyah. Buku ini sangat berkwalitas terutama karena mampu menutup kekurangan yang terdapat dalam kitab Al Wafi

5.  ,Asy Syaikh Muhaddits Al Madinah Abdul Muhsin Al Abbad hafizhahullohu, syarah beliau dari pelajaran yang pernah beliau sampaikan di Mesjid Nabawi, judulnya : Fath Al Qawiyy Al Matin fi Syarhi Al Arbain. Beliau juga mensyarah 8 hadits tambahan yang disebvutkan oleh Ibnu Rajab Hanbali

6. Ada juga beberapa ulama kita yang telah mensyarah Al Arbain namun masih dalam bentuk kaset, diantaranya : Syaikh Athiyyah Muh. Salim rahimahullohuSyaikh Sholih Alu Asy Syaikh dan Syaikh Muhammad bin Sholih Al Munajjid hafizhohumullohu jami’an.


[1] HR. Bukhari dan Muslim.

[2] Shohihul Bukhari (no. 7013) , lihat juga Fathul Bari (13:304)

[3] Lihat Tafsir Ibnu Katsir (2:643)

[4] Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman, baca juga : Jami’ Al Ulum wa Al Hikam (1:55) dan Ad Durr     Al Mantsur

[5] Lihat Muqaddimah Ibnu Rajab dalam kitab beliau Jami’ Al Ulum wa Al Hikam (1:56)

[6] Muqaddimah Imam Nawawi dalam kitab beliau Syarh Matn Al Arbain An Nawawiyah (hal 6-7)

[7] Ibid (hal 8)

3 Tanggapan

  1. SubhanaLlah… minta ijin di copy yaa, ustadz… JazakumuLlah khairan.

    • askm ustz…alhamdulillah dgn izin allah dapat saya memasuki ruangan ustaz ini..mntk izin copy ya ustz..mudah2an dgn ilmu yg saya dapat ini dapat saya sampaikan pada saudara2 muslimin wal muslimat…insyaALLAH.

  2. Iye tafadhdhal semoga bermanfaat, wa antum fajazakumullohu khaeran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: