Tanya Hadits

Kolom ini diperuntukkan kepada para pengunjung blog yang ingin mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan hadits-hadits Rasulullah shallallohu alaihi wa sallam, dengan memperhatikan ketentuan-ketentuan berikut :

1. Mengikhlaskan niat saat bertanya, yaitu untuk menuntut ilmu dan mengamalkan serta mendakwahkannya bukan tujuan-tujuan lainnya

2.Pertanyaan yang diajukan harus berhubungan dengan ilmu hadits baik dirayah maupun riwayah dan kami mohon maaf jika tidak melayani pertanyaan yang tidak berhubungan dengan hadits

3. Mencantumkan nama dan asal kota/daerah dan pertanyaan hendaknya ringkas dan padat dengan memilih kata dan kalimat yang beradab. Kami berhak merubah redaksi pertanyaan dengan tidak mengubah substansinya

4. Jika jawaban yang kami berikan cukup panjang maka kami akan muat di beranda (tulisan utama)

5. Pertanyaan silakan dikirim langsung ke sini atau dialamatkan ke email kami : mrkzassunnah@gmail.com

23 Tanggapan

  1. assalamu alaikum, apakah biawak (hewan yang ada di indonesia) sama jenisnya dengan dhobb yang dihalalkan sbgmn dalam hadist ?

    • Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuhu
      Sengaja kami tampilkan foto dhobb dalam pembahasan tersebut agar pembaca bisa menilai sendiri apakah dhobb = biawak? Tidak kami pungkiri selama ini kebanyakan kita menerjemahkan dhobb dengan biawak, akan tetapi berdasarkan penelitian sebagian ilmuwan maka disimpulkan ternyata keduanya memiliki beberapa perbedaan mendasar. Untuk lebih jelasnya kami kutipkan sebagian penjelasan tsb:
      Dhobb digolongkan herbivora karena makanannya lebih bersifat nabati dan hidup di padang pasir atau bebatuan sementara biawak hidup di rawa-rawa atau pinggir sungai dan makanannya banyak berupa hewan air
      dari segi spesifikasi dan penggolangan spieces maka persamaan dan perbedaan keduanya sebagai berikut
      1. Kerajaan : Keduanya Animalia
      2. Fillum : Keduanya Chordata
      3. Kelas : Keduanya Reptil
      4. Ordo : Keduanya Squamata
      5. Family : Dhobb = Agamidae, adapun Biawak = Varanidae
      6. Genus : Dhobb = Uronastyx, adapun Biawak = Varanus Indicus
      Dari penelitian tersebut jelas kalo kesamaan cuma pada jenis ordo, adapun family, sub family apalagi genus sudah berbeda.
      Karena itu yang kami pahami bahwa keduanya berbeda, sehingga kesimpulan yang kami sebutkan dalam faidah hadits bahwa dhobb halal tidaklah menunjukkan bahwa biawak juga hukumnya halal karena keduanya tidak sama,wallohu a’lam

  2. assalamu alaikum..
    ustadz, ana pernah baca bahwa hadist tentang mengusap tengkuk saat berwudhu (“Mengusap tengkuk merupakan pelindung dari penyakit dengki”) adalah hadist lemah bahkan palsu dan tidak bisa dijadikan hujjah dalam beramal atau berhukum.. mohon penjelasannya.. syukron wa jazakumullahu khoiron..

    • Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuhu,
      Hadits yang antum maksudkan diriwayatkan oleh Imam Abu Ubaid Qasim bin Sallam dalam kitab beliau Ath Thuhur dengan sanadnya sampai kepada sahabat Musa bin Tholhah radhiyallohu anhu, beliau berkata:
      « مَنْ مَسَحَ قَفَاهُ مَعَ رَأْسِهِ وُقِيَ الْغُلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ »
      “Barangsiapa yang mengusap tengkuknya bersama kepalanya (pada saat wudhu) niscaya lehernya dilindungi dari belenggu rantai di hari kiamat”
      Sedikit koreksi dari terjemahan yang antum sebutkan : “…pelindung dari penyakit dengki” seharusnya diterjemahkan “dilindungi dari belenggu rantai”. Kesalahan ini muncul karena seharusnya kata al ghull dalam hadits itu dibaca dengan al ghill. Kata al ghill memang berarti dengki tapi yang benar dalam hadits ini dibaca al ghull yang berarti belenggu yang terbuat dari rantai sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar Ra’ad : 5,artinya :
      ﴿…وَأُولَئِكَ الْأَغْلَالُ فِي أَعْنَاقِهِمْ وَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴾
      “…..Orang-orang itulah yang kafir kepada Tuhannya; dan orang-orang itulah (yang dilekatkan) belenggu di lehernya; mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Ar Ra’ad : 5)
      Juga firman-Nya :
      ﴿… وَجَعَلْنَا الْأَغْلَالَ فِي أَعْنَاقِ الَّذِينَ كَفَرُوا هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴾
      …Dan Kami pasang belenggu di leher orang-orang yang kafir. Mereka tidak dibalas melainkan dengan apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Saba’ : 33)
      Kedua ayat itu menyebut aghlaal yang merupakan bentuk jamak dari kata ghull diterjemahkan dengan belenggu bukan ghill (dengki).
      Adapun pertanyaan antum tentang kedudukan haditsnya maka hadits di atas mauquf (sanadnya hanya sampai kepada sahabat) bukan dari sabda Rasulullah shallallohu alaihi wasallam. Ada juga hadits semakna dengan hadits ini yang diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Tarikh Ashbahan dan Abu Manshur Ad Dailami dalam Musnad Al Firdaus secara marfu’ dari Abdullah bin Umar radhiyallohu anhuma bahwa Nabi Muhammad shallallohu alaihi wasallam bersabda,
       من توضأ ومسح بيديه على عنقه وقي الغل يوم القيامة 
      “Barangsiapa yang berwudhu dan mengusap di atas lehernya dengan kedua tangannya maka niscaya (lehernya) dilindungi dari belenggu di hari kiamat”
      Sanad hadits ini juga lemah karena di dalamnya ada Abu Sahal Muhammad bin ‘Amr Al Anshori Al Bashri yang mana orang ini disepakati kelemahannya bahkan menurut Yahya bin Said Al Qaththan sangat lemah. Pada sanad Abu Nu’aim guru beliau yang bernama Muhammad bin Ahmad bin Ali juga dilemahkan oleh beberapa ulama seperti Imam Daraquthni dan ‘Iraqi.
      Karena itu banyak ulama hadits yang menegaskan akan kelemahan hadits ini, diantaranya :
      1. Ibnu Sholah mengatakan perkataan ini tidak dikenal dari Nabi shallallohu alaihi wa sallam akan tetapi hanya perkataan sebagian salaf. (lihat At Talkhish Al Habir 1/286)
      2. Imam Nawawi di kitabnya Al Majmu’ mengatakan bahwa hadits ini palsu, sehingga beliau menilai mengusap leher pada saat berwudhu sebagai bid’ah
      3. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di Majmu’ Al Fatawa (21/127-128)
      4. Imam Ibnul Qayyim di dua kitab beliau Zaadul Ma’ad (1/187) dan Al Manar Al Munif (hal 120), bahkan di kitab Al Manar beliau menegaskan sebagai hadits bathil
      5. Imam Ibnul Mulaqqin juga menyebutkan kelemahannya dalam Al Badr Al Munir (2/224)
      6. Imam Al Iraqi di kitab beliau Al Mughni yang mentakhrij hadits-hadits yang terdapat di dalam Ihya’ Ulum Ad Dien (1/82, no.308)
      7. As Suyuthi dalam Dzail Al Ahadits Al Maudhu’ah
      8. Al Albani di Silsilah Al Ahadits Adh Dho’ifah (1/168, no.69) dan Tamam Al Minnah (hal. 98-99)
      Adapun hukum mengusap tengkuk atau leher pada saat berwudhu maka diikhtilafkan oleh para ulama, madzhab Hanafiyah menganjurkannya namun karena sandaran yang digunakan oleh yang membolehkan atau menganjurkannya nya adalah hadits yang lemah maka pendapat yang rojih adalah yang tidak menganjurkan, wallohu a’lam. Bagi yang ingin membaca penjelasan ulama tentang masalah ini disamping buku-buku yang telah kita sebutkan di atas, silakan juga merujuk ke fatwa-fatwa Masyayikh berikut ini :
      1. Fatawa Al Lajnah Ad Daimah (5/235-236)
      2. Majmu’ Fatawa Sy. Bin Baz (10/102)
      3. Al Muntaqa min Fatawa Asy Syekh Al Fauzan
      Kesimpulannya : Hadits yang antum pertanyakan sanadnya dhoif/tidak shohih sehingga tidak diamalkan akan tetapi kelemahannya tidak sampai ke derajat maudhu’ (palsu), sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar di kitab beliau At Talkhis dan diikuti oleh Imam Syaukani di dua kitab beliau Nailul Authar dan Sail Al Jarror,wallohu a’lam.

  3. Bismillah washalaatu wa salam ‘ala Rasulillah….

    Afwan ust ana pernah membaca satu hadist yang artinya ( Barang siapa yang menghafal 40 hadits dari urusan agama, maka Allah akan membangkitkannya dalam keadaan faqih dan ‘alim) pertanyaanx apakah hadits ini benar?? dan bagaimana dengan orang yang mencukupkan untuk menghafal 40 hadits saja, dngn berdalihkan hadits ini? wa jazakumullahu khoiron.

    • Jawaban atas pertanyaan antum silakan baca di beranda (tulisan utama)

      • Jazakumullahu khoiron atas jawabannya.

        Semoga Allah menjadikan kita semua mudah dalam menghafal,mengamalkan, dan mendakwahkan HADITS RASULULLAH صلى الله عليه وسلم…nas alullohal qabuul…

  4. Assalamu alaikum, apakah ada hadist yang shahih tentang larangan membunuh katak, dan apakah haram memakannya, karena saya pernah mendengar ada hadistnya

  5. Assalamualaikum.
    Alhamdulillah was sholatu was salamu alaih.afwan ust ana cuma mau tax tentang masalah hadits dhoif ada berapa jumlah keseleruhan dari hadits dhoif?
    dan tolong disebutkan?
    syukron wa jazakumullah khoiron.

  6. Assalamualaikum.
    Alhamdulillah was sholatu was salamu alaih.afwan ust ana cuma mau tax tentang masalah hadits dhoif ada berapa jumlah keseleruhan dari hadits dhoif?
    dan tolong disebutkan?
    syukron wa jazakumullah khoirn.

  7. assalamu alaikum ustadz saya ismail mau bertanya betulkah itu bahwa orang tua yang mempunyai anak meninggal di usia sebelum baligh orang tuanya masuk surga syukran ustadz wassalam
    mohon di balas ustadz dari ismail di talasalapang

  8. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    afwan ust. apakah ada dalil tentang larangan memotong bulu yang ada di bawah bibir dekat dengan jenggot ataukah memang bulu tersebut bagian dari jenggot? terkadang ana melihat ada jg ust yang memotong bulu tersebut,alasannya bukan jenggot.
    syukron atas jawabannya.

  9. Assaamu ‘alaikum ya ustads. ana mau nanya hadist tentang keutamaan jihad fisabilillah.perna ana baca artikel tentang keutamaan jihad tapi tdk tercantum hadistnya ,di antaranya jihad dg lisan, dg hati,dg harta dan jiwa.afwan, ana kira jihad yg paling utama ad/ jihad harta dan jiwa dalam perang fisabilillah bukan jihad lisan dan hati. Bagaimana hadist Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hal tsb?. ana minta penjelasannya serta sanad hadist tersebut. syukran wajazakumullahu khairan atas ilmunya dan semoga Allah menjadikan wajah berseri2 di akhirat kelak,amin ya Rabbul ‘alamin.

  10. assalamu alaikum..
    ana mau tanyakan tentang hadist” kegembiraan seseorang menanti bulan ramadhan adalah surga” apa shahih
    sukran jazakumullahu khairan

    • Wa’alaikum salam warahmatullah
      jawaban dari pertanyaan antum telah kami muat di halaman utama (beranda) dari blog ini, semoga bermanfaat. Wa antum fajazakumullohu khaeran

  11. assaalamuaikum saya lovia minta tolong dicantumin hadist terakhir dari imam bukhori .terima kasih

  12. Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuhu
    Hadits terakhir dalam kitab shohih Bukhari adalah
    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : « كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ »
    Dari Abu Hurairah radhiyallohu anhu berkata Rasulullah shallallohu alaihi wasallam bersabda, “Dua kalimat yang dicintai oleh Ar Rahman (Yang Mahapenyayang), ringan diucapkan oleh lisan dan berat di timbangan (hari kiamat) adalah Subhanallah wabihamdihi (Mahasuci Allah dan dengan memuji-Nya), Subhanallohil Azhim (Mahasuci Allah nan Maha Agung)”
    Beberapa faidah penting tentang hadits ini :
    1. Hadits ini diriwayatkan juga oleh Imam Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan lainnya
    2. Hadits ini selain sebagai hadits terakhir di Shohih Bukhari juga merupakan hadits terakhir dalam kitab Bulughul Maram karya Al Hafizh Ibnu Hajar Al ‘Asqalani
    3. Hadits ini tergolong hadits ahad sebagaimana hadits “Innamal A’maalu bin Niyaat…” yang merupakan hadits pertama dalam kitab shohih Bukhari

  13. Assalamu’alaikum warahamtullahi wabarakatuh

    Ana mau tanya apakah Hadist tentang do’a makan :
    Allaahumma baarik lanaa fiimaa razaqtanaa wa qinna’adzaabannar.

    apakah shahih hadistnya ?

    jazakallahu

  14. Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuhu
    Jawaban atas pertanyaan antum silakan dibaca di beranda (halaman utama)
    Wa antum fajazakumullohu khaeran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: